1. Fase Perintisan dan Awal Pendirian (1976)
Langkah awal pendirian lembaga pendidikan ini bermula dari ikatan kekeluargaan dan kepedulian mendalam terhadap pendidikan keagamaan masyarakat. Setelah putri Kiai Muhammad, Ma’idah, menikah dengan Muhammad Halil (Akmal / Pak Nur Indah) yang bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kiai Muhammad memprakarsai gagasan untuk mendirikan sebuah wadah pendidikan Islam.
Pada tahun 1976, kegiatan pembelajaran resmi dimulai. Karena belum memiliki gedung sendiri, proses belajar mengajar menumpang di gedung Sekolah Dasar (SD) Desa Kambingan Barat pada sore hari. Pelaksanaan pada sore hari ini disepakati atas izin kepala sekolah saat itu, Bapak Amir, dengan pertimbangan bahwa para murid madrasah pada hakikatnya adalah anak-anak setempat yang juga bersekolah di SD tersebut pada pagi harinya.
2. Masa Ujian dan Relokasi Pembelajaran
Tantangan besar dihadapi lembaga ketika terjadi pergantian kepemimpinan di SD Desa Kambingan Barat. Kepala sekolah baru yang berasal dari Lenteng mencabut izin pemanfaatan gedung sekolah untuk kegiatan sore hari.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan tekad para pengasuh dan pengajar untuk terus membimbing santri. Kegiatan belajar mengajar kemudian disebar ke beberapa tempat swadaya milik masyarakat, meliputi:
Dua surau/langgar warga.
Satu rumah kosong milik Ibu Fadil (Ibu Ruqayyah).
Satu teras/emperan rumah warga setempat.
Meski dalam keterbatasan fasilitas fisik, proses transfer ilmu keagamaan tetap berjalan dengan istikamah berkat dedikasi Kiai Muhammad, para guru, dan dukungan warga sekitar.
3. Penataan Regulasi dan Lahirnya Raudhatul Athfal (RA)
Seiring berjalannya waktu, Kantor Departemen Agama (Kandepag) mengeluarkan instruksi bahwa seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) diwajibkan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada pagi hari. Kebijakan ini menuntut lembaga untuk melakukan penataan manajemen dan sarana secara menyeluruh.
Sebagai langkah penguatan fondasi pendidikan anak usia dini sebelum transisi penuh menuju kelas pagi, didirikanlah Raudhatul Athfal (RA) pada tanggal 15 Juli 2002 M / 4 Jumadil Ula 1423 H. Kehadiran jenjang prasekolah ini melengkapi kesinambungan jenjang pendidikan yang dikelola.
4. Transformasi Menuju Kemandirian
Menyusul penguatan jenjang pendidikan dasar, MI beralih sepenuhnya menyelenggarakan kegiatan belajar di pagi hari. Sementara itu, untuk melestarikan tradisi kajian keislaman sore hari, kegiatan belajar sore tetap dipertahankan dan ditransformasikan menjadi Madrasah Diniyah (MD).
Keberadaan madrasah yang terus berkembang dan diminati masyarakat secara bertahap menggeser dominasi sekolah umum di kawasan tersebut, hingga akhirnya lembaga ini berkembang mandiri sebagai pusat pendidikan Islam terpadu yang melayani masyarakat dari jenjang usia dini hingga pendidikan dasar.
Tentang Lembaga
Profil & Sejarah Yayasan
Mengenal lebih dekat visi, misi, dan perjalanan dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan umat.
Kilasan Perjalanan
Sejarah Berdirinya Yayasan
Visi Yayasan
Menjadi pusat pendidikan Islam terpadu yang unggul dalam integrasi ilmu agama dan sains modern berlandaskan akhlakul karimah.
Misi Yayasan
1. Menyelenggarakan pendidikan holistik berbasis Al-Qur'an dan Sunnah.
2. Mengembangkan potensi intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik.
3. Menerapkan kurikulum terpadu nasional dan kepesantrenan modern.
4. Membina budaya disiplin, mandiri, dan cinta tanah air.
2. Mengembangkan potensi intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik.
3. Menerapkan kurikulum terpadu nasional dan kepesantrenan modern.
4. Membina budaya disiplin, mandiri, dan cinta tanah air.
Budaya Lembaga
4 Pilar Nilai Dasar Santri
1
Al-Akhlaq Al-Karimah
Menjunjung tinggi budi pekerti luhur, adab kepada orang tua dan guru dalam setiap tindakan.
2
Mahabbah Al-Qur'an
Mencintai, membaca, menghafal, dan mengamalkan kalamullah sebagai pedoman hidup.
3
Al-Istiqlal (Kemandirian)
Melatih santri agar tangguh, mandiri, disiplin, dan mampu mengatasi tantangan harian.
4
Al-Kafa'ah Al-Ilmiyyah
Kompetensi keilmuan yang luas baik dalam agama Islam maupun sains dan teknologi terkini.
